Mandor Kasman

toko online adalah makanan pokok, blogspot lauk pauknya...

Inilah Cara Beli Gamis Cantik Diskon 20%

Ahirnya Mandor Kasman Bikin Blog di Blogspot

15.43 0
Cara gampang dan mudah bikin blog di Blogspot menurut pengalaman mandor kasman


Sengaja kaya di"boost", judul artikel ini Ahirnya Mandor Kasman Bikin Blog di Blogspot, seperti disengaja mengesankan nge-blog di Blogspot itu sesuatu yang dipikirkan banget. Hanya saja, kenyataannya memang begitu. Hampir dua tahun lamanya saya sudah pernah mempertimbangkan membuat situs pribadi di Blogspot. Dua orang teman semasa kuliah dulu sudah mendorong saya memanfaatkan memakai web gratisan ini. Seorang teman benar-benar seorang Blogger yang mendapatkan penghasilan sangat baik dari aktifitas menulis blog, dan seorang teman lagi yang relatif sudah jadi orang kaya dari cara promosi menggunakan Blogspot. Terus, saya juga pengen menyebut Mas Berto di SB1M yang menyarankan bikin artikel menulis dengan mudah pakai gaya menulis pede apa adanya sesuai yang saya rasakan dan jalani dari aktifitas sehari-hari. Sebuah artikel yang lahir dari teknik yang disebut Mas Berto sebagai Teknik Portofolio (portefeuille.). 

Nah, saya sih terus terang pengen menyebut gaya nulis saya ini sebagai gaya blak-blakan, semacam gaya tulisan yang pernah saya baca pada buku auto biography Soe Hok Gie. Meski begitu, semoga saya ngga telanjang banget dalam segala hal, karena saya sadar ada tanggung jawab dari setiap kalimat yang melompat mejeng di blog ini.



Menulislah, Biarkan Alam Raya Mengambil Manfaatnya. Sedikit saran dan pesan yang saya ingat dari teman pertama yang memilih jalan hidup sebagai Blogger adalah memulailah nge-blog dengan caramu sendiri. itu saja pesannya. Cara sendiri dimulai dari bagaimana cara memulai belajar membuat situs blog, tujuan design dan membuat blog, juga yang terpenting pilihan isi dari blog. Yang penting nulis. 

Demikian motivasi teman ini (sebut nama ngga yah.. ah ntar aja deh. Hawatir dikira numpang ngetop...). Intinya sih dari obrolan panjang kami bersama berinteraksi lebih dari 5 x 24 jam itu saya ringkas pesannya seperti ini: Menulislah, biarkan alam raya mengambil manfaatnya. 

Sungguh selalu terngiang pesan itu, namun dua tahun lamanya saya hanya membiarkannya mendengung di kepala, sampai ahirnya kemarin saya putuskan membuat blog ini. Dan seperti biasa, kalau saya bisa agak panjang menuliskan kesan saya tentang dia itu karena saya sedang kangen. Sudah 2 tahun lamanya dia tidak berkunjung dan sulit pula kemana saya harus mengunjunginya. Dia lebih suka masuk ke daerah pedesaan, bahkan sampai jauh dari pulau Jawa.

Saya pecinta facebook. 2010 saya mulai mengenalnya, dan ini perkenalan intens saya dengan internet. Seperti jatuh cinta pada pandangan pertama, dengan kenaifan yang menyelimuti, saya hanya membuka facebook  disaat punya koneksi internet. Lainnya tidak lama, seperti kaskus dan portal berita online.

2014 saya punya akun twitter, seiring dengan trend bbm dan hape blackberry yang sangat kondang. Memakai akun twitter karena terdorong kang Sidik Abas yang selalu terlihat banyak sharing informasi keren di grup BBM. Seperti hingga saat ini, twitter sering digunakan sebagai media sharing dari blog atau situs. Jadi saya twiteran karena terasa lebih "ilmiah" dibanding facebookan yang sudah mulai ramai diisi status jualan dan digemari juga anak-anak saya yang mulai kenal sosial media. Facebook buatku saat itu sudah ngga keren, jadi akun Mandor Kasman lebih sering nganggur tanpa status.

Namun facebook adalah cinta pertamaku, jadi boleh serong ke sosial media lainnya, tapi rasanya facebook selalu ngangenin. 2015 saat saya mendapatkan nasihat teman yang sudah sukses memanfaatkan blog untuk alat mencari nafkah, saya kembali menekuni facebook. Apalagi pada tahun ini lagi kondangnya trend facebook ads yang notabene sangat berkaitan dengan dunia membantu istri berjualan gamis nibras di Jogja.

Lengkap sudah, selain karena facebook cinta pertamaku, urusan bantu istri jualan gamis nibras yang notabene "boss" saya bekerja selama di Jogja, bulat sudah tekad kembali nyemplung ke facebook,  bahkan comeback ini jauh lebih "penuh seluruh". Kisaran 12 jam sehari saya habiskan untuk membuat status, mengomentari komentar, klik like disana sini dan bikin ratusan fanpage, sebelas akun facebook. Mungkin selama 7 bulan pertama kembali ke facebook, rata-rata 10 jam per hari dalam 7 hari sepekannya, saya ada hadir dihadapan facebook.

Apa yang saya dapatkan dari facebook dengan cinta penuh seluruh yang saya curahkan? Bahagia! Seperti yang saya ungkapkan sebelumnya, bahagia adalah dapat uang dan dapat teman. Itulah "balasan" yang pernah diberikan facebook.

Facebook yang saya kelola semua demi mendapatkan teman yang diberi pemahaman agar tahu bahwa istri saya siap melayani pembeli gamis dan hijab nibras. Begitu cara yang saya lakukan untuk mendapatkan uang dan sahabat. Kata kang Dewa Prayogamah, sharing-sharing dahulu selling-selling kemudian. Kata Bang Jendral senada juga kayanya, help-help ajah.. bantuin teman yang pengen dapetin gamis bagus dan syar'i.

Saking senengnya bisa dapat uang dari jualan pakai facebook gratisan dan berbayar, saya sempat nyebutin jika orang lain merencanakan harta warisan dalam bentuk tanah luas atau gedung tinggi, ijinkan sayamah menambahkan satu hal lagi yang akan menjadi warisan berharga, yaitu sejumlah akun facebook.

Namun facebook adalah facebook, seperti cinta pertamaku kepada seorang gadis manis teman sekolah dasar dulu, masih berteman namun tidak bisa diandalkan jadi aset. Di penghujung 2016, saya sangat tersentak dan terkoyak saat 3 akun facebook andalanku diblokir.

facebook adalah seperti pemilik keputusan orang tua mantan pacarku pada anaknya, tidak bisa diintervensi! Dia maha penentu bagaimana caranya memacari anak gadisnya. Seperti itulah ilustarsi yang bisa saya tuliskan. Hahaha... 

Repotnya Facebook selalu punya aturan baru sesuai kebutuhan pasar dan tekanan regulasi negara. Facebook bisa ngapain ajah dan tidak selalu bisa memuaskan semua pemilik akun yang menggunakannya, hususnya pemilik akun seperti saya yang suka ugal-ugalan mengeksplorasinya. Singkat kata, saya mulai sadar perlunya punya web authority. Sebuah situs dengan kewenangan penuh di tanganku, yang vendornya tidak sering ganti kebijakan baku dan pemanfaatannya bisa saya perlakukan dengan semau gue. Terima kasihku untuk Mas Berto di SB1M.

Di web authority pertama yang saya bangun ( http://nibrasterbaru.net/ ) berbeda hak dan status saya dibandingkan dengan di facebook. Akun saya di facebook dengan beraneka informasi yang sudah lama disiapkan agar setiap saat tersaji untuk pelanggan, oleh facebook semua kontens itu hanyalah sebagai penumpang gratisan, kudu nurut semua aturan pemiliknya, sehingga bisa ditenggelamkan atau diturunkan di mana saja kapan saja. Kalau ngeyel bikin upaya rekayasa melawan aturan, ya bahkan di banned itu ujungnya.

Jelas beda, bersama nibrasterbaru.net saya merasa benar-benar merasa aman membangun aset, sepanjang hari menabung artikel, karena feed dan url yang dilahirkan tidak akan terhapus selagi saya masih bayar sewa hosting ke vendornya. Itulah pintu masuk para pelanggan membeli dan mengetahui semua model terbaru jualan istri saya, gamis dan hijab nibras. 

Saya baru paham seaslinya perbedaan facebook atau situs sosial media dengan web authority, begitu! 

Namun jangan lupakan facebook yah.., facebook adalah mantan terindah... bagaimanapun kadang masih layak buat dapatin inspirasi. Coba simak data dari pak Dirjen ini: Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengungkapkan pengguna internet di Indonesia saat ini mencapai 63 juta orang. Dari angka tersebut, 95 persennya menggunakan internet untuk mengakses jejaring sosial.

Sumber: 
https://kominfo.go.id/index.php/content/detail/3415/Kominfo+%3A+Pengguna+Internet+di+Indonesia+63+Juta+Orang/0/berita_satker

Pasti, facebook adalah seperti mantan terindah, berteman saja sebaik-baiknya, namun dia bukanlah aset kita. Yess...!!!  Hahahaha.

Lantas kenapa ngeblog disini? 
Kan ini web gratisan juga? 

Ngga apa kalau Blog... 
Anggap saja web authority adalah istri dan blog gratisan adalah pacar.
Dan seperti kata Almarhum Om Rendra, istri adalah makanan utama. Pacar adalah lauk pauknya. . Ok sip gas poll..?


Menulislah, Biarkan Penerbit Yang Menemukannya Teman kedua, dia sudah kaya dari cara promosi gratisan pakai Blogspot. Keren. Dibalik tampang sangat sederhananya, saya ngga nyangka saat dikenalkan oleh seorang teman tentang keahlian teman satu ini dalam mengembangkan bisnisnya dengan promosi yang "sederhana" dan relatif gratisan. Sebuah promosi gratisan yang menghasilkan laba ratusan juta setahunnya. Percaya deh, karena soal pilih gratisan ini menjadi "brand"-nya: selagi ada yang gratis kenapa harus pilih yang bayar..!



Menulislah, Biarkan Blogspot Yang Menerbitkannya 
Saya pengen mengusulkan agar Blogspot menuliskan kampanye seperti ini: Solusi Menulis Dan (sekaligus) Menerbitkannya. 

Cara gampang dan mudah bikin blog di Blogspot menurut pengalaman mandor kasman

Bagian terahir postingan ini, saya lampirkan gambar screnshot laman statistik di Blog ini, sebuah catatan data pengunjung yang ternyata sudah tersedia disiapkan Blogspot. Sungguh semula saya pikir ini widget husus yang harus dipasang repot, ternyata oh ada dengan otomatis... Saya tampilkan ini karena saya suka data, namun saya tidak suka data yang rempong. Prinsipnya saya jadi tahu ada yang datang berkunjung.  


Duh sampai sini, ternyata judul post ini bukan sekedar Ahirnya Mandor Kasman Bikin Blog di Blogspot, mungkin tepatnya ngeblog dan jadi ngerasa asyik. Setelah klik sana klik sini semaunya, ternyata ada tampilan data statistik yang lebih bikin menarik, coba lihat agak detil dan klik semua teks yang mengandung "nyala" pengen di klik. Itu asyik banget karena ternyata menuju akun pengunjung blog. Saya memang sudah sekali nge-share link ini ke akun Facebook istri. Eh datang pengunjung meski belum dapat follower blog.  Fasilitas ini jadi asik buat jadi tahu dari arah mana angin membawa kumbang datang mencium bunga.. hehe.

Cara gampang dan mudah bikin blog di Blogspot menurut pengalaman mandor kasman



Saya Suka Data Namun Bukan Data Yang Rempong Ada dua pilihan melihat kenyataan, kenyataan asli apa adanya, dan kenyataan seolah-olah... hehe. Blogspot rupanya berfikir seperti itu. Pada data traffic saya suka kenyataan yang apa adanya, jadi saya rubah stelan untuk mengabaikan berapa kali sehari saya mengunjungi blog ini. 

Cara ngerubahnya gampang banget.. biasa.. initinya modal Klak Klik ajah... Saya pengen jumlah pengunjung yang nyata saja, sebuah kenyataan yang nyata, ngga pakai cara jumlah pengunjung dikurangi dulu berapa kali saya sendiri berkunjung baru ketauan pengunjung yang nyata. Dan tentu saja ini penting buat saya, karena saya suka data namun bukan data yang rempong. 


Cara gampang dan mudah bikin blog di Blogspot menurut pengalaman mandor kasman



Artikel Terkait:
Blog Sebagai Media Jurnalisme 
Klik Disini


Kesimpulan, saya akan mempertimbangkan judul artikel ini untuk diganti menjadi Ahirnya Mandor Kasman Bikin Blog di Blogspot dan Ternyata Asyik!


Bram Makahekum Kelompok Kampungan Anak Kebudayaan

14.44 0


Bram Makahekum Kelompok Kampungan Anak Kebudayaan




Bram Makahekum #Berkata Indonesia dari Yogyakarta


Berkata Indonesia Dari Yogyakarta 

(Album Kelompok Kampungan – Mencari Tuhan)
Lirik & Lagu : Sawung Jabo & Bram Makahekum

A a a . . . . .
A a a . . . . .
Dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda
Anak muda Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Bali,
Sumba, Flores, Timor, Irian Jaya, Ternate, Maluku,
Memasuki kota Yogyakarta.
A a a . . . . .
A a a . . . . .

Kini bukan lagi gengsi suku yang mereka bicarakan,
Tetapi gengsi generasi muda Indonesia
Sebagai penerus perjalanan bangsa.

Mereka memasuki bangku sekolah dan Universitas
Menyerap kenyataaan yang ada
Dan menempa kepribadian di berbagai aktivitas kesenian
A a a . . . . .
A a a . . . . .

( Air kali mengalir terus
Dari utara ke selatan
Seperti tak pernah berhenti
Bagai jalannya hidup ini. )

Bumi berputar mengelilingi matahari
Setiap hari aku melihat wajahku di cermin,
Siapakah aku ?
Wajah kemarinkah yang meninggalkan bekas kemerut di dahiku
Ataukah wajah masa depan untuk negaraku ?

Setiap hari pertanyaan pertanyaanku muncul tak henti-hentinya,
Menantang dan membelenggu daya hidupku

Berat, yaa . . . memang berat !
Tetapi daya hidup menolak penyerahan serta keputusasaan
Kecil, aku memang makhluk kecil diantara makhluk-makhluk lain.
Tetapi kecil biarlah kecil,
Aku bertolak pinggang di bawah matahari
Bersama mereka aku berjalan untuk masa depan bangsaku
Untuk masa depan negaraku Indonesia.

Kuhisap semangatku
Dan kuserahkan jiwa ragaku untuk Mu Indonesia
Jiwa ragaku untuk dunia,
Untuk saudara – saudaraku
Dan untuk Mu yang Maha Besar
ya, Tuhanku !


Sumber:
https://sawungjabo.wordpress.com/2012/08/29/berkata-indonesia-dari-yogyakarta/






Bram Makahekum #Mereka Mencari Tuhan



Mereka Mencari Tuhan 

(Album Kelompok Kampungan – Mencari Tuhan)
Lirik & Lagu : Bram Makahekum

Kami ingat muka muka mereka

Ketika kami duduk dan bersama
Sinar bulan menari-nari
Memeluk mereka satu persatu
Kami ingat setiap wajah mereka
Ketika kami duduk dan berdo’a

Ada yang seperti SAWITO

Ada yang seperti HAMKA
Ada yang seperti HATTA
Ada yang seperti SUKARNO
Ada yang seperti RENDRA
Ada yang seperti BANG ALI
Ada yang seperti BUDHA
Ada yang seperti JESUS
a a a . . . . . . .
a a a . . . . . . .

Seperti sudah direncanakan

Setiap muka tanpa ekspresi
Batu pantai dan bunyi alam
Merangsang semua Panca indera
Membuat setiap jiwa satu . . . . . .
u u u . . . . . . .
u u u . . . . . . .

Dia yang seperti JESUS

Berambut gondrong sampai ke pundak
Bercelana Jeans dan juga jacketnya
Berdiri dan menengadah ke langit
Dia bilang :

” Tuhan aku ini milikmu

Dan mengabdi kepada kehendak-Mu
Semua tindakanku
Aku serahkan ke dalam tangan Mu
Melewati alam dan kehidupan “.

Lalu Dia yang seperti BUDHA

Menuangkan semangatnya kedalam telinga semesta
Dan berkata :
“Alam,
Lepaskan aku dari kotak-kotak kebudayaan
Yang menjadi beban kehidupan ini
Getarkan seluruh tubuh dan jiwaku
Agar aku dapat berkata : TUHAN tidak buta!”

Mereka mencari Tuhan

Mereka mendekati alam
Mereka mendekati kehidupan
Mereka mulai meragukan
Nilai-nilai yang sudah mapan
a a a . . . . . . .



PS.

Lyrik saya salin dari https://sawungjabo.wordpress.com/category/1980-mencari-tuhan-kelompok-kampungan/page/2/

Pada teks berwarna kecoklatan saya tambahkan, sesuai lyrik yang dinyanyikan Om Bram dalam video konser.

Membantu Istri Berjualan Sebagai Distributor Gamis Nibras di Jogjakarta

06.08 0
Membantu Istri Berjualan Sebagai Distributor Gamis Nibras di Jogjakarta adalah pekerjaan saya pertama di Jogja. Asyik, numpang kerja sama istri, dapat jatah uang harian layaknya karyawan, tetap disiapin makan dan yang terpenting bisa ikut ngatur dan memutuskan sambil maksa dan sedikit marah juga bisa...


Perihal Cantik

Perkenalkan, foto perempuan di bawah ini adalah istri saya, namanya Fina Affiany. Cantik (duh, baru pertama kali saya muji "opened" dengan diksi cantik ini). Cantik karena memang banyak temannya yang bilang begitu. Lalu doi pun memang suka mengklaim sesuai kata teman-temannya. Namun tidak lupa kenapa disini nampak cantik, karena saya sengaja memilih foto yang nampak cantik dari sekian foto yang pernah saya jepret-kan. Sebagai kisah nyata yang harus saya ceritakan, terus terang tugas saya bekerja Membantu Istri Berjualan Sebagai Distributor Gamis Nibras di Jogjakarta salah satunya adalah membuat foto-foto yang relatif memiliki nilai jual, karena kan lagi dagang. Jadi resiko saya adalah diantaranya banyak mendampingi kegiatannya saat jualan dan memakai baju koko jualannya. Apalagi musimnya jualan di sosial media, para mastah bilang harus "covert" istilahnya. Saran mastah selalu soal banyakin gaya covert, kata-kata covert dan banyakin posting sharing-sharing. Jadi yah banyakin juga tampil cantik...



Ngga Direncana

Awal muasal istri berjualan ini sebetulnya tidak sengaja, namun berawal dari kepepet belum punya pekerjaan dan penghasilan saat pertama kali kami pindah ke Jogja. Hanya saja memang istri sebelumnya, disaat masa awal berdirinya Nibras Fashion, sudah berjualan. Bisa disebut Fina, istriku, adalah pedagang Nibras Gamis angkatan awal. Namun waktu itu ngga kepikiran mau jadi distributor, yang modal awalnya lumayan banyak tentunya. Namun kehendak takdir, istri saya ahirnya menjadi distributor nibras untuk Kota Jogja yang memang belum ada. Peraturan dari Nibras Fashion kan ada pembatasan area jualan kedistributoran, ada kerjasama distributor di suatu kota atau kabupaten jika belum ada distributor nibras sebelumnya.



Distributor Nibras Hijab Nibras Di Jogjakarta,
Distributor Nibras Hijab Nibras Di Jogjakarta,


Pekerjaan (sebut saja begitu) membantu istri berjualan sebagai distributor Gamis Nibras di Jogjakarta awalnya terasa kaku, karena belum kepikir dan belum punya pengalaman sebelumnya. Dan lebih kaku atau persisnya kikuk adalah karena dominasi pembeli dan pelanggannya adalah kaum hawa. Apalagi repotnya pelanggan jenis baju ini adalah relatif ibu-ibu dan mba-mba yang salamannya tidak bersentuhan jika bukan dengan muhrim. Atau akan jaga jarak kalau seruangan dengan pria. Jadi ya meski berusaha ramah dan akrab, saya sebagai pelayan toko agak ripuh menghadapi kondisi ini. 

   
Pengen Lihat Jualan Istri Saya?
Kunjungi :






Membantu Istri Berjualan Sebagai Distributor Gamis Nibras di Jogjakarta

>>> belum selesai <<<




Numpang Menghirup Nafas Daya Hidup Di Jogjakarta

01.38 0

Salam kenal semua teman dan sahabat, saya Mandor Kasman. Saat ini menetap di Kota Jogjakarta, Numpang Menghirup Nafas Daya Hidup Di Jogjakarta. Sudah sejak Januari 2015 menjadi bagian penghirup udara kehidupan di wilayah berjuluk Hadiningrat. Semoga proses belajar langsung dari atmosfir Jogjakarta berjalan dengan baik, karena diam-diam saya sudah punya keinginan untuk resmi berpindah domisili.

Pada blog ini saya ingin berbagi informasi seputar kegiatan yang saya jalani. Semua artikel akan menunjukkan perhatian saya pada informasi dan pengalaman yang saya dapatkan dalam menjalaninya.

Ada dua hal yang saya sukai dalam menjalani cara hidup saat ini, yaitu mendapatkan teman-sahabat baru dan informasi baru. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa pada semua kegiatan bisnis akan berorientasi pada laba atau penghasilan. Namun pada prinsipnya, saya merasakan pada ahirnya, uang bukanlah segalanya. Untuk itu saya mulai meyakini bahwa menjalin persahabatan adalah bagian dari tujuan hidup yang lebih baik selain mendapatkan uang. 

Maka, jika boleh saya memilih apa yang terpenting dalam hidup, jawabnya adalah memiliki banyak sahabat dan uang! Setuju kan? Hehehe...

Ya tentu saja tidak selamanya kita mendapatkan keduanya, jadi jika terpaksa saya memilih salah satu dari keduanya saya tidak akan ragu memilih sesuai pilihan urutan yang saya sebutkan, saya akan berketetapan hati jika harus memilih salah satu diantara sahabat dan uang, Insya Allah saya akan memilih mendapatkan yang pertama.




Numpang Menghirup Nafas Daya Hidup Di Jogjakarta, Karena Jogjakarta Sumerehke Ati

Mungkin perasaan yang saya alami tinggal di Jogja akan menyisakan pertanyaan teman-teman, namun sangat mungkin banyak juga yang akan memakluminya, mengamininya. Sebuah suasana kehidupan disini terasa lebih menarik jadi bikin asyik.

Ada irama dinamis namun terasa terjaga dalam tempo yang pas dengan hati. Sesaat hiruk-pikuk seperti memainkan alat musik pada lagu rock cadas atau setidaknya heavy metal, namun akan terasa selalu ada buat melakukan jeda mengambil nafas secukupnya. Disini, suatu suasana iringan jenis musik apapun, toh pada ahirnya akan terasuki ritmis gamelan jawa. Apapun awal gaya hidup dan kerja anda, di Jogja pada ahirnya harus menerima kenyataan penggemar tradisi-budaya Jawa akan merubah banyak hal pada hidup anda. Seberapapun anda fanatik membawa kecintaan daerah asal dan gaya hidup anda sebelumnya, pada ahirnya, tetap akan terasa langgam Jawa akan memberikan perspektif menenangkan suasana hidup hedonis ini. 

Begini, jika pernah mendengar pameo atau idiom "alon-alon waton kelakon", maka sesungguhnya semua ihtiar sudah dibuatkan batasannya, tidak seperti mengejar batas kaki langit, yang serasa selalu menjauh saat didekati, lalu memaksa diri terus berlari. Itu pemaknaan atau ilustrasi yang dapat saya sampaikan. Cita-cita, obsesi dan semangat adalah paduan seperti memandang kaki langit yang indah diidamkan. Namun ketika matahari memasuki ufuk barat lalu sembunyi dan alam bumi pelan pelan terus jadi gelap, maka itulah saat menarik kemauan mengejar kaki langit. Stop ngaso dulu. Nikmati hidup sambil rasan-rasan dengan tetangga diangkringan, cafe atau komunitas diskusi atau cari koneksi wifi gratisan, tentu agar visi kian kaya perspektif.

Pada awalnya, suatu hal menjengkelkan ketika ada rambu di sebuah gang (ternyata banyak setelah tahu), bunyinya "mohon matikan mesin motor anda", dan semula aneh jika mendengar saran "alon-alon wae mas Bro...". Sampai ahirnya saya melihat iklan layanan di TVRI Jogja, yang menggambarkan segerombolan anak-anak remaja naik sepeda dengan modifikasi joknya ditinggikan hingga lebih dari 150 cm dari tanah, begitu mereka berpapasan dengan seorang si mbok, kompak semua remaja bersepeda tinggi buru-buru turun dari sepedanya dan menyapa sambil menganggukkan kepala sambil merundukkan badannya.

Sebuah pengalaman yang menguatkan sensasi "njawani" semalam terjadi. Saya duduk di depan teras, sekitar jam 00.00. Tanpa saya sadari seorang si mbok mungkin berusia 65-an tahun melintas dengan gerobak sampah yang ditariknya. Persis menjelang di hadapan saya, si mbok memelankan langkahnya dan merendahkan kepala dan badannya, sambil senyum dan menyapa : nderek langkung mas.. Duh, kupikir tak perlulah itu, bebanmu sudah berat dengan gerobak penuh sampah. Saat melewatiku harus mengerem laju, membungkuk dan menyapaku. Dan itu jalan umum yang lebar, dimana anaku bersama temannya biasa ngebut. Ya jalan lebar dua arah, bukan sebuah gang.



Punya Pilihan Itu Asyik

Suatu hari setahun lalu, saya berkesempatan ngobrol saat pulang kampung, dengan seorang teman yang menjadi pejabat di Bappeda Propinsi. Dia bertanya, Kang apa yang membuatmu betah di Jogja? Saat itu saya jawab ringkas: Karena di Jogja selalu banyak pilihan.

Begini ya, seumpama manteman belum menikah, lalu dikenalkan hanya pada seorang calon pasangan hidup untuk dipilih.. apakah manteman ngga pengen nanya "apa kagak ada alternatif nih..?". Hehe.. iya kan?

Nah soal alternatif ini jadi asyiknya kalau selalu tersedia. Setiap sebuah pilihan relatif selalu tersedia alternatifnya. Itu pasti asyik. Pengen nongkrong ngopi misalnya. Jogja punya banyak pilihan dengan menggunakan beberapa kata kunci: Murah, Enak Kopinya, Asyik Pelayannya.. atau mungkin bisa menggabungkan beberapa kata kunci sekaligus untuk mewujudkan acara nongkrong: Kafe Murah dengan Kopi yang Enak dan Asyik Pelayannya... hehe. Serius! Ada koq kafe seperti itu. Malah tambah satu atau dua kata kunci lagi juga masih bisa digabungkan. Misalnya tambahkan kata kunci "Wifi Kenceng". Ini penting banget!

Jogjakarta sesungguhnya selalu mengajarkan soal banyak pilihan., bukan sekedar banyaknya fasilitas yang disediakan oleh pemerintah atau kelompok usaha. Karena bahkan dalam setiap tarikan nafas yang dihembuskan warganya, selalu berbau pilihan.

Suatu pagi berdiri membaca koran dinding barengan dengan tetangga adalah salah satu kegemaran masyarakat Jogja. Ini terlihat, di setiap ada koran dinding, ada pelanggan pembacanya. Harian ini sudah lama ada dan menyediakan koran gratis pada sebuah lingkungan yang menyelenggarakan Koran Dinding. Saya lihat yang masih eksis harian ini bernama Kedaulatan Rakyat.

Suatu pagi di bulan Ramadlan, saya ikutan bareng berdiri baca koran. Disebelah saya seorang mbah kakung menggumam... "walah, harga daging sapi naik koq yo pada ngeluh ya.. lah kalau memang pengin banget makan rendang daging sampi mbok yo beli ajah seiris di Padang Murah Meriah.. paling Rp 12.000 ajah dapat sama nasi dan sayurnya.. atau yen tenan masalahe butuh proteein.. makan walang yah sudah banyak kandungan protein... ".

Begitulah saya memahami sebagian nafas Jogja. Belajar menyelaraskan ambisi dan mensyukuri apa yang sudah tersedia. 





Terima kasih teman dan handai tolan sudah berkenan mampir berkunjung ke blog-ku. Tuliskan komentar dan saran anda bila ada kesempatan. 

Jalan-jalan ke jalan Gejayan Jogja, bolehlah beli gamis di Distributor Nibras Jogja. Kapan-kapan saya ada wifi gratisan nyala, Insya Allah saya bikin lagi cerita Jogja... (dan ketemu saya .. hehehe).

 
Related Post:
Bunda Vito Tindak Jogja
Alasan ahirnya Ngblog


Atau ada yang mau ikutan Numpang Menghirup Nafas Daya Hidup Di Jogjakarta? Singgah dan bermalamlah di gubug kontrakan kami, di jalan bougenvil CT X Nomor 7A, Kawasan Catur Tunggal Gejayan, persisnya sisi timur dari Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta.

-Jogja, 26 Juli 2017-





PS. Kata-kata meme pada potret saya adalah plesetan dari selarik puisi (Almarhum) WS Rendra. Aslinya: Ketika langit dan bumi menyatu, bencana dan keberuntungan sama saja.

Anda pengen Numpang Menghirup Nafas Daya Hidup Di Jogjakarta?